Kamis, 10 Desember 2015

Kiat Menulis Feature News


Feature news adalah jenis berita dengan teknik penulisan yang unik. Tidak tunduk pada kaidah piramida terbalik sebagaimana pada straight news. Struktur tulisannya bersifat fleksibel. Penulis diberikan kebebasan menguraikan perihal peristiwa semenarik mungkin. Selain itu, peristiwa yang dituliskan dalam bentuk feature news tak mesti aktual. Bisa juga lintas waktu tertentu. Karena itulah, tulisan feature awet dan baik dibaca kapan saja. Ada banyak jenis berita feature, di antaranya feature sejarah, perjalanan, profil tokoh, dan human interest.

Ciri-ciri yang paling menonjol dari berita feature adalah penuturannya yang bernuansa sastra. Mengadopsi teknik penulisan fiksi, seperti pada cerita pendek atau novel. Teknik penulisan itu sejalan dengan sifat feature yang deskriptif dan persuasif. Tulisan feature diupayakan mampu menggugah perasaan pembaca, sehingga merasa turut mengalami peristiwa yang dituliskan. Tujuannya agar pembaca tergerak melakukan tindakan-tindakan positif untuk menyikapi fakta yang dituturkan. Namun tentu yang diutarakan tetaplah data dan fakta akurat. Bukan rekaan. 

Persoalan yang menantang dalam penulisan feature adalah bagaimana menyusun bahasan tulisan secara mencair tapi terstruktur, sehingga menarik dibaca. Apalagi, tulisan feature biasanya panjang-panjang. Tentu mengulang pengungkapan data dan fakta kurang tepat. Hanya akan membuat pembaca jenuh. Juga jika fakta diungkapkan secara selang-seling sehingga membingungkan pembaca dalam memahami keutuhan peristiwa. Persoalan itulah yang perlu diantisipasi.

Nah, bagaimanakah cara agar penulisan feature news berjalan secara efektif dan efisien? Kiat sukses menulis feature sangat tergantung pada baik tidaknya proses reportase atau observasi, dan wawancara. Data dan fakta yang terkumpul sangat berguna untuk memperlancar penulisan dan membuat feature semakin menarik. Untuk itu, sebelum menulis feature, bahan-bahan tulisan harus diupayakan tersedia secara memadai. Caranya adalah mematangkan TOR (Term of Reference) sebelum wawancara, serta melakukan observasi langsung dengan cermat. 

Seorang penulis feature harus punya kepekaan dalam mengamati fakta-fakta terkait persoalan yang akan dituliskannya. Harus jeli melihat persoalan kecil yang menarik dan layak dituliskan nantinya. Untuk itu, observasi yang dilakukan sebelum penulisan harus benar-benar mendalam. Mencakup hal-hal yang kecil, namun berarti. 

Kunci keefektifan observasi adalah, bagaimana calon penulis memahami persoalan yang akan dituliskannya, memahami fakta dan data apa yang ia butuhkan dalam menulis feature nantinya, serta melakukan pencatatan terhadap hal-hal detail terkait peristiwa yang akan dituliskannya. Hasil observasi harus seobjektif mungkin. Untuk itu, dalam observasi, objek penulisan dibiarkan menampakkan fakta-fakta terkait dirinya. Tujuannya agar fakta tulisan tidak kabur akibat terpengaruh subjektivitas penulis. Penulis hanya diperbolehkan mendeskrisikan objek melalui kata-kata secara jelas. Tidak mengada-adakan fakta terkait situasi dan kondisi objek.

Observasi yang dilakukan penulis untuk mengumpulkan data dan fakta dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu: mencari informasi terkait objek penulisan dari pihak-pihak atau instansi terkait, mempelajari objek dari bahan literasi semacam buku, serta melakukan observasi langsung. Semisal seseorang ingin menulis feature tantang buruknya keadaan pantai yang menyebabkan kunjungan wisatawan menurun. Maka penulis harus merangkum kebutuhan fakta dan data yang ia perlukan melalui tiga langkah observasi tersebut.

Jika masalah pantai di atas ingin dituliskan, tahapan awal yang bisa dilakukan dapat berupa mencari dan mempelajari profil pantai bersangkutan di buku-buku atau internet. Setelah itu, melakukan penumpulan data dengan menghubungi instansi-instansi terkait. Selanjutnya calon penulis melakukan observasi langsung untuk mencocokkan data-data yang terhimpun dengan fakta-fakta di lapangan. Hal-hal yang kira-kira perlu dicermati dalam observasi tersebut misalnya sejarah pantai, spesifikasi keadaan pantai, sarana dan prasaran pantai, kehidupan masyarakat di sekitar pantai, dan jumlah wisatawan dalam rentang waktu tertentu.

Setelah pengumpulan data selesai, maka sudah saatnya masuk pada penelisikan fakta melalui wawancara. Tujuan wawancara adalah mengulik akar permasalahan serta solusinya dari pandangan beberapa pihak. Untuk itu, penyusunan TOR harus berdasar pada kebutuhan penulisan. Jika berpatokan pada contoh sebelumnya, maka yang harus dipertanyakan adalah bagaimana pandangan para pihak terkait persoalan memburuknya keadaan pantai dan menurunnya kunjungan wisatawan. Kutipan yang diperlukan misalnya terkait penilaian terhadap keadaan pantai, pengaruh pembangunan terhadap keadaan pantai, dampak sosial akibat buruknya kondisi pantai, serta harapan dan rencana para pihak.

Sekali lagi, untuk menjamin penulisan feature berjalan lancar, maka kebutuhan akan data dan fakta harus terpenuhi. Untuk itu, proses pengumpulan data melalui observasi dan wawancara perlu direncana secara baik. Data-data yang diperoleh harus mendetail dan akurat, agar bisa disajikan secara apik dalam tulisan. Tak kalah pentingnya, calon penulis feature juga harus memiliki keterampilan menulis bertutur sastra yang baik. 

Sebagai gambaran terkait tulisan feature berdasarkan persoalan yang dicontohkan di atas, berikut ini kira-kira jadinya jika dituliskan:

 Kejayaan Pantai Bonta Tinggal Kenangan

Hari Minggu pagi, 9 Desember 2015, Pantai Bonta terlihat lengang. Tak seramai dulu. Tak ada lagi wajah-wajah asing yang nampak bermain sky, atau sekadar mandi dan berjemur. Yang ada hanya wajah-wajah pribumi. Itu pun hanya sekitar lima puluh orang. Padahal untuk masuk ke kawasan pantai ini, hanya perlu membayar Rp. 3000. Termurah dibandingkan lima pantai lain di Kabupaten Tokeni. Biaya itu setengah dari tahun lalu, yang sebesar Rp. 6000. Terpaksa diturunkan. Semua demi menarik minat wisatawan datang kembali. Tapi sepertinya tak berefek.

Pantai Bonta terletak di bagian Selatan Kabupaten Tokeni. Tepat di Dusun Guno, Desa  Minto, Kecamatan Dandu. Di tahun-tahun sebelumnya, setiap hari libur, tepi pantai akan dipenuhi deretan manusia. Ombak dari air laut Samudera Hindia tak akan terlihat utuh menyapu bibir pantai. Manusia benar-benar tumpah-ruah menutupi bibir pantai. Tak salah jika dikatakan kejayaan Pantai Bonta telah berakhir. 

Kini, keadaan Pantai Bonta yang memiliki sempadan sepanjang 100 meter, sangat memprihatinkan. Udaranya sesak setelah pepohonan di sekitar pantai ditebangi oleh para pengusaha penginapan. Mereka membangun rumah permanen di pertengahan sempadan pantai. Imbasnya, pasir putih yang dulunya terlihat membentang sepanjang mata memandang, kini dibabat balai-balai kecil yang disewakan seharga Rp. 50.000 per tiga jam. “Semua ini karena uang,” keluh Beno, salah seorang pengunjung di hari itu. Ia menyalahkan pembangunan di sekitar pantai yang semrawut.

Pantai Bonta kini sepi dan tak terurus. Tampak banyak ban-ban dengan beragam corak, yang disewakan Rp. 5.000 per dua jam, tergantung di bawah kolong rumah warga. Tak tersewakan. Banana boat terlihat terparkir rapi di bibir pantai. Biaya Rp. 80.000 sekali melintas di tepi pantai harus dikeluarkan jika ingin menyewanya. Sampah-sampah plastik pun berceceran tak keruan. Lima orang tak lagi dipekerjakan sebagai pembersih pantai akibat pendapatan dari pengelolaan pantai menurun akibat minimnya kuncungan wisatawan. 

Jika merujuk pada data Dinas Parawisata Kabupaten Tokeni, sepanjang tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 6300 orang. Sedangkan wisatawan lokal mencapai 36500 orang. Ini berarti, pada tahun lalu, rata-rata wisatawan mancanegara dalam sehari mencapai 20 orang, sedangkan wisatawan lokal mencapai 100 orang. 

Di akhir tahun ini, data kunjungan wisatawan ke pantai berpasir putih itu sungguh memiriskan. Kunjungan wisatawan mancanegara hanya sebanyak 730, sedangkan wisatawan lokal hanya mencapai 18250. Jika dirata-ratakan, wisatawan manca negara per hari hanya sebanyak 2 orang, dan wisatawan lokal 50 orang. Jelas, kunjungan wisatawan ke pantai sepanjang 1200 meter itu turun drastis.

Kehidupan masyarakat sekitar pantai pun turut memprihatinkan. Termasuk Pak Doring yang dulunya membuka kios untuk menjual barang segala rupa. Seiring turunnya kunjungan wiatawan ke Pantai Bonta, mata pencariannya pun terganggu. Kini ia tak bisa lagi mengandalkan usaha dari kiosnya untuk membiayai pendidikan lima orang anaknya. Akhirnya, sesekali ia pergi melaut demi mencukupi kebutuhan. Bahkan awal tahun depan, ia berencana merantau ke Kalimantan. Menjadi pekerja kebun kelapa sawit yang keuntungannya menjanjikan. 

“Susah hidup dari pantai ini lagi. Mau melaut, hasilnya juga tak memuaskan. Ikan-ikan tak berkembang biak karena terumbu karang rusak dibom,” keluh lelaki kelahiran Desa Minto itu.

Demi mengembalikan kejayaan Pantai Bonta, Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Tokeni, Idrus Sunjani berencana melakukan pembenahan total. Awal tahun depan, infrastruktur fisik akan dibenahi, katanya. Termasuk juga membenahi struktur kepengurusan pengelolaan pantai yang rencananya akan melibatkan pihak swasta. Seiring dengan itu, masyarakat di sekitar pantai juga akan diberikan pendidikan dan bekerja sama untuk merawat dan mempercantik Pantai Bonta. 

“Tahun depan, atas instruksi Pak Bupati, kami akan melakukan pembenahan total. Kesan kumuh akan kami hilangkan. Kami akan menata kembali bangunan-bangunan di sekitar pantai. Kalau perlu dengan menggusur bangunan yang terlalu dekat dengan bibir pantai. Tentu dengan cara-cara manusiawi dan musyawarah,” tegas lelaki berkumis tebal itu.
….

Kurang lebih, seperti di ataslah contoh singkat tulisan terkait buruknya keadaan pantai yang menyebabkan kunjungan wisatawan menurun. Tampak jelas bahwa fakta dan data terperinci begitu penting dalam penulisan feature. Oleh karena itu, dalam proses pengumpulan fakta dan data, lakukanlah secara teliti, agar terhimpun hal-hal  spesifik yang penting untuk dituliskan nantinya. Selamat mencoba.

***
CATATAN: Contoh tulisan feature berjudul Kejayaan Pantai Bonta Tinggal Kenangan di atas hanya rekaan penulis. Tujuannya hanya untuk memberikan gambaran tentang bentuk rangkain tulisan feature.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar